Kamis, 07 Maret 2019

Pemprov DKI Jakarta Resmikan Bank Sampah Hijau Selaras Mandiri



TUGAS III
BAHASA JURNALISTIK


Bicara soal sampah memang tidak akan ada habisnya. Beragam upaya dilakukan berbagai pihak untuk meminimalisir persoalan sampah, mulai dari sosialisati untuk tidak membuang sampah sembarangan hingga membuat program bank sampah.

Bank sampah sendiri adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. Bank Sampah juga dapat berperan sebagai dropping point bagi produsen untuk produk dan kemasan produk yang masa pakainya telah usai. Sehingga sebagian tanggung jawab pemerintah dalam pengelolaan sampah juga menjadi tanggungjawab pelaku usaha.

Dengan menerapkan pola itu diharapkan volume sampah yang dibuang ke TPA berkurang. Penerapan prinsip reducereuse, dan recycle (3R) sedekat mungkin dengan sumber sampah juga diharapkan dapat menyelesaikan masalah sampah secara terintegrasi dan menyeluruh sehinga tujuan akhir kebijakan Pengelolaan Sampah Indonesia dapat dilaksanakan dengan baik.
Bank sampah dikelola menggunakan sistem seperti perbankan yang dilakukan petugas sukrelawan. Penyetor sampah ini adalah warga yang tinggal di sekitar lokasi bank sampah, dan mereka mendapat buku tabungan layaknya menabung di bank.



Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun mengharapkan di setiap kecamatan maupun keluarahan bahkan tingkat RT dan RW untuk mendirikan bank sampah. Seperti halnya Bank Sampah Hijau Selaras Mandiri yang berlokasi di RT 14 RW 06, Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat yang belum lama ini diresmikan.

Mengutip dari Berita Jakarta (3/3/2019), peresmian yang dilakukan Walikota Jakarta Pusat Bayu Meghantara itu berharap keberadaan Bank Sampah Hijau Selaras Mandiri ini menjadi percontohan bagi bank sampah di wilayah lain.

Selain membuat wilayah menjadi bersih, bank sampah juga ada nilai ekonomisnya bagi warga.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Walikota Jakarta Pusat Irwandi menghimbau warga agar memanfaatkan bank sampah ini dengan mengolahnya menjadi sesuatu yang berharga. Diharapkan, bank sampah yang dibangun di atas lahan mencapai 476 meter persegi ini bisa menyadarkan masyarakat untuk menjadi tabungan.

“Mudah-mudahan masyarakat menyadari bahwa sampah bisa diolah menjadi tabungan,” lanjut Irwandi.
Salah satu contoh bank sampah yang sudah berjalan adalah Bank Sampah Kirai Mandiri berlokasi di RW 01, Cipete Utara, Jakarta Selatan. Mengolah sampah menjadi warga merupakan salah satu motivasi agar warga menjadi mandiri dalam pengelolaan sampah.
Sampah yang dikumpulkan di Bank Sampah Kirai Mandiri ini rata-rata mencapai 1.180 kilogram per bulan. Angka ini didapat dari sekitar 200 nasabah yang aktif dan berasal dari warga sekitar RW 01.



1.Kalimat Denotatif/Kalimat yang bermakna sebenarnya : 

Bicara soal sampah memang tidak akan ada habisnya. Beragam upaya dilakukan berbagai pihak untuk meminimalisir persoalan sampah, mulai dari sosialisati untuk tidak membuang sampah sembarangan hingga membuat program bank sampah.

Kalimat Konotatif/Kalimat yang bermakna tidak sebenarnya :

Bicara soal sampah memang tidak akan ada habisnya. Beragam upaya dilakukan berbagai pihak untuk meminimalisir persoalan sampah, mulai dari sosialisati untuk tidak membuang sampah sembarangan hingga membuat program bank sampah.

2.Kalimat Denotatif/Kalimat yang bermakna sebenarnya : 

Dengan menerapkan pola itu diharapkan volume sampah yang dibuang ke TPA berkurang. Penerapan prinsip reducereuse, dan recycle (3R) sedekat mungkin dengan sumber sampah juga diharapkan dapat menyelesaikan masalah sampah secara terintegrasi dan menyeluruh sehinga tujuan akhir kebijakan Pengelolaan Sampah Indonesia dapat dilaksanakan dengan baik.

Kalimat Konotatif/Kalimat yang bermakna tidak sebenarnya :

Dengan menerapkan pola itu diharapkan volume sampah yang dibuang ke TPA berkurang. Penerapan prinsip reducereuse, dan recycle (3R) sedekat mungkin dengan sumber sampah juga diharapkan dapat menyelesaikan masalah sampah secara terintegrasi dan menyeluruh sehinga tujuan akhir kebijakan Pengelolaan Sampah Indonesia dapat dilaksanakan dengan baik.

3.Kalimat Denotatif/Kalimat yang bermakna sebenarnya : 

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun mengharapkan di setiap kecamatan maupun keluarahan bahkan tingkat RT dan RW untuk mendirikan bank sampah. Seperti halnya Bank Sampah Hijau Selaras Mandiri yang berlokasi di RT 14 RW 06, Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat yang belum lama ini diresmikan.


Kalimat Konotatif/Kalimat yang bermakna tidak sebenarnya :

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun mengharapkan di setiap kecamatan maupun keluarahan bahkan tingkat RT dan RW untuk mendirikan bank sampah. Seperti halnya Bank Sampah Hijau Selaras Mandiri yang berlokasi di RT 14 RW 06, Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat yang belum lama ini diresmikan.





https://pingpoint.co.id/?gclid=Cj0KCQiAn4PkBRCDARIsAGHmH3fB-nh6IDaVvLMg0hAABgXSErGXY6dnf8gCnKyXlWwKBWGC0Sqa1eYaApHgEALw_wcB






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAHASA JURNALISTIK GAS OKSIGEN