Sabtu, 30 Maret 2019

Ayu Ratnasari seorang perawat yang sangat tulus


PERTANYAAN
1.Sudah berapa lama anda menjadi perawat?
2.Mengapa anda ingin menjadi seorang perawat?
3.mengapa anda lebih memilih profesi perawat dari pada provesi yang lain?


4.Bagaimana proses yang dilakukan ketika belajar dalam dunia keperawatan?
5.Bagaimana cara yang dilakukan ketika menolong orang yang sakit



Ayu Ratnasari sudah menjadi perawat selama tiga tahun lamanya, ayu lebih senang menjadi seorang perawat karena senang menolong orang yang sakit dan membantu orang yang membutuhkan pertolongan.mengapa ia tidak mau menjadi seorang bidan karena ia takut ketika menolong orang yang melahirkan.karena rasa keperdulian ayu terhadap seseorang lebih besar maka dari itu senang rasanya ketika bisa membantu sesama.ayu termotivasi menjadi seorang perawat dari saudaranya yang menjadi perawat go international.
Karena saya sangat tertarik menjadi seorang perawat dari pada menjadi profesi lain,sebab saya senang dalam duniakeperawatan,saya cinta dan saya bangga ketika saya bisa menjadi seorang perawat terutama melihat ketulusan yang dimiliki perawat itu adalah suatu hal yang sangat berharga.dan tak ternilai harganya.
Proses yang dilakukan ayu ketika menjadi seorang perawat tidaklah mudah.ia mulai memasuki dunia keperawatan dan mulai belajar ilmu ilmu keperawatan dan mulai senang membaca buku buku yang berbau ilmu keperawatan.
Cara yang dilakukan ayu ketika merawat seseorang yang sakit yaitu,memberi obat secara teratur,memberikan asupan makanan dan nutrisi secara teratur kepada pasien,dan mengecek kondisi pasien, secara teratur.




Kamis, 07 Maret 2019

Pemprov DKI Jakarta Resmikan Bank Sampah Hijau Selaras Mandiri



TUGAS III
BAHASA JURNALISTIK


Bicara soal sampah memang tidak akan ada habisnya. Beragam upaya dilakukan berbagai pihak untuk meminimalisir persoalan sampah, mulai dari sosialisati untuk tidak membuang sampah sembarangan hingga membuat program bank sampah.

Bank sampah sendiri adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. Bank Sampah juga dapat berperan sebagai dropping point bagi produsen untuk produk dan kemasan produk yang masa pakainya telah usai. Sehingga sebagian tanggung jawab pemerintah dalam pengelolaan sampah juga menjadi tanggungjawab pelaku usaha.

Dengan menerapkan pola itu diharapkan volume sampah yang dibuang ke TPA berkurang. Penerapan prinsip reducereuse, dan recycle (3R) sedekat mungkin dengan sumber sampah juga diharapkan dapat menyelesaikan masalah sampah secara terintegrasi dan menyeluruh sehinga tujuan akhir kebijakan Pengelolaan Sampah Indonesia dapat dilaksanakan dengan baik.
Bank sampah dikelola menggunakan sistem seperti perbankan yang dilakukan petugas sukrelawan. Penyetor sampah ini adalah warga yang tinggal di sekitar lokasi bank sampah, dan mereka mendapat buku tabungan layaknya menabung di bank.



Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun mengharapkan di setiap kecamatan maupun keluarahan bahkan tingkat RT dan RW untuk mendirikan bank sampah. Seperti halnya Bank Sampah Hijau Selaras Mandiri yang berlokasi di RT 14 RW 06, Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat yang belum lama ini diresmikan.

Mengutip dari Berita Jakarta (3/3/2019), peresmian yang dilakukan Walikota Jakarta Pusat Bayu Meghantara itu berharap keberadaan Bank Sampah Hijau Selaras Mandiri ini menjadi percontohan bagi bank sampah di wilayah lain.

Selain membuat wilayah menjadi bersih, bank sampah juga ada nilai ekonomisnya bagi warga.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Walikota Jakarta Pusat Irwandi menghimbau warga agar memanfaatkan bank sampah ini dengan mengolahnya menjadi sesuatu yang berharga. Diharapkan, bank sampah yang dibangun di atas lahan mencapai 476 meter persegi ini bisa menyadarkan masyarakat untuk menjadi tabungan.

“Mudah-mudahan masyarakat menyadari bahwa sampah bisa diolah menjadi tabungan,” lanjut Irwandi.
Salah satu contoh bank sampah yang sudah berjalan adalah Bank Sampah Kirai Mandiri berlokasi di RW 01, Cipete Utara, Jakarta Selatan. Mengolah sampah menjadi warga merupakan salah satu motivasi agar warga menjadi mandiri dalam pengelolaan sampah.
Sampah yang dikumpulkan di Bank Sampah Kirai Mandiri ini rata-rata mencapai 1.180 kilogram per bulan. Angka ini didapat dari sekitar 200 nasabah yang aktif dan berasal dari warga sekitar RW 01.



1.Kalimat Denotatif/Kalimat yang bermakna sebenarnya : 

Bicara soal sampah memang tidak akan ada habisnya. Beragam upaya dilakukan berbagai pihak untuk meminimalisir persoalan sampah, mulai dari sosialisati untuk tidak membuang sampah sembarangan hingga membuat program bank sampah.

Kalimat Konotatif/Kalimat yang bermakna tidak sebenarnya :

Bicara soal sampah memang tidak akan ada habisnya. Beragam upaya dilakukan berbagai pihak untuk meminimalisir persoalan sampah, mulai dari sosialisati untuk tidak membuang sampah sembarangan hingga membuat program bank sampah.

2.Kalimat Denotatif/Kalimat yang bermakna sebenarnya : 

Dengan menerapkan pola itu diharapkan volume sampah yang dibuang ke TPA berkurang. Penerapan prinsip reducereuse, dan recycle (3R) sedekat mungkin dengan sumber sampah juga diharapkan dapat menyelesaikan masalah sampah secara terintegrasi dan menyeluruh sehinga tujuan akhir kebijakan Pengelolaan Sampah Indonesia dapat dilaksanakan dengan baik.

Kalimat Konotatif/Kalimat yang bermakna tidak sebenarnya :

Dengan menerapkan pola itu diharapkan volume sampah yang dibuang ke TPA berkurang. Penerapan prinsip reducereuse, dan recycle (3R) sedekat mungkin dengan sumber sampah juga diharapkan dapat menyelesaikan masalah sampah secara terintegrasi dan menyeluruh sehinga tujuan akhir kebijakan Pengelolaan Sampah Indonesia dapat dilaksanakan dengan baik.

3.Kalimat Denotatif/Kalimat yang bermakna sebenarnya : 

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun mengharapkan di setiap kecamatan maupun keluarahan bahkan tingkat RT dan RW untuk mendirikan bank sampah. Seperti halnya Bank Sampah Hijau Selaras Mandiri yang berlokasi di RT 14 RW 06, Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat yang belum lama ini diresmikan.


Kalimat Konotatif/Kalimat yang bermakna tidak sebenarnya :

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun mengharapkan di setiap kecamatan maupun keluarahan bahkan tingkat RT dan RW untuk mendirikan bank sampah. Seperti halnya Bank Sampah Hijau Selaras Mandiri yang berlokasi di RT 14 RW 06, Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat yang belum lama ini diresmikan.





https://pingpoint.co.id/?gclid=Cj0KCQiAn4PkBRCDARIsAGHmH3fB-nh6IDaVvLMg0hAABgXSErGXY6dnf8gCnKyXlWwKBWGC0Sqa1eYaApHgEALw_wcB






Jumat, 01 Maret 2019

MASYARAKAT TANGERANG SELATAN PEDULI SAMPAH DENGAN SISTEM 3 R


Masyarakat Tangerang Selatan Peduli Sampah Dengan Sistem 3R

Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany mengajak seluruh masyarakat dan stakeholderuntuk peduli terhadap sampah. Hal ini diungkapkannya saat mengikuti kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019 di Amphitheater Jaletreng Riverpark, Serpong, Kota Tangsel (24/2/2019).
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel Toto Sudarto mengatakan, peringatan HPSN merupakan hari bersejarah bagi Kota Tangsel. Pada kegiatan ini seluruh elemen masyarakat dan stakeholder bersatu untuk Kota Tangsel yang bersih. Sehingga terwujudnya Indonesia 2020 bebas sampah.
“Sampah merupakan musuh bersama. Untuk itu, kami menghimbau agar masyarakat lebih peduli, baik dalam memilah dan mengelola sampah mengurangi produksi sampah kedepannya,” ucapnya.
Hingga saat ini, sambung Toto, Kota Tangsel sudah memiliki 215 bank sampah, sembilan komunitas, serta sedekah sampah. "Kita ajak masyarakat untuk mengelola sampah dengan sistem 3R (reuse, reduce, recyle)," ucapnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan, Dandim 0506/Tgr Letkol Inf Faizol Izzudin Karimi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel Toto Sudarto, PT Indah Kiat Tangerang, Bank Jabar, Bank BNI, Sinarmas Land, Pegadaian, Universitas Prasetya Mulya, Camat se Tangsel serta pegiat Bank Sampah Se-Kota Tangsel.

Pengelolaan Sampah
Dalam sambutannya Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengajak, masyarakat berpartisipasi dan lebih peduli dalam mengelola sampah baik dalam rumah tangga dan lingkungan tempat tinggal. “Dari sekarang, kita biasakan untuk mengelola sampah dan hidup bersih, sehat serta bernilai untuk lingkungan,” katanya.
Menurutnya, untuk mengatasi persoalan sampah, Pemkot Tangsel berencana membangun PLTSa Cipeucang. Saat ini detail Engineering Design (DED) sudah ada dan kemudian akan dilelang di bulan Maret.
 Di akhir tahun peletakan batu pertama menandai dimulainya pembangunan PLTSa Cipeucang. Kita bekerjasama dengan Korea Selatan untuk membangun PLTSa," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, peserta kegiatan menonton pemutaran Video donasi Bank Sampah serta penyerahan secara simbolis sedekah sampah dan hadiah pemenang untuk katagori Lomba Pidato, Sekolah Bank Sampah, Bank Sampah Berprestasi, Lomba pidato SD hingga SMA, Penghargaan Pelopor dan bank sampah serta pengundian Grand Prize sepeda motor.


https://pingpoint.co.id/berita/masyarakat-tangerang-selatan-peduli-sampah-dengan-sistem-3r/

BAHASA JURNALISTIK GAS OKSIGEN